Sejarah Tipografi : Evolusi Awal Lahirnya Komunikasi Visual 1

Sejarah Tipografi : Evolusi Awal Lahirnya Komunikasi Visual

Manusia dapat berkomunikasi melalui visual bukan tanpa proses dan begitu saja ada seperti sekarang. Manusia dapat berkomunikasi melalui visual ternyata be-revolusi dan berkembang bertahap selama berpuluh puluh tahun lamanya. Namun bagaimana perkembangan komunikasi visual hingga tampak seperti sekarang ? berikut penjelasannya yang kami kutip dari buku Tipografi dalam desain grafis oleh Danton Sihombing MFA.

Pictograph

Pictograph
Lascaux di Selatan Prancis (35.000 Sebelum Masehi)

Kemunculan awal lahirnya komunikasi visual diawali pada zaman Paleolitikum (Jaman batu tua) tepat pada 35.000 Sebelum Masehi. Saat zaman ini muncul tanda tanda komunikasi visual awal yang sederhana dan terbentuk di dinding gua yang ditemuka di Afrika dan Eropa. Manusia zaman dahulu awalnya menggambarkan visual apa yang teringat pada pengalaman nya. Saat periode ini manusia mulai menyampaikan sebuah gagasan, informasi dan peristiwa secara alami pada tingkat yang sederhana.

Lascaux di Selatan Prancis merupakan bukti lukisan pictograf yang ada di selatan Prancis. Pada gua ini terdapat hampir 2000 tanda komunikasi visual yang terbagi dalam  tiga kategori yaitu manusia, binatang dan bentuk bentuk abstrak. gambar gua ini dibuat dengan menggunakan pewarna dari arang, mineral (pigmen besi oksida) yang berwarna merah dan kuning yang dicampur dengan lemak binatang.

Hieroglif

Hieroglif

Hieroglif berkembang sekitar tahun 3.500 SM oleh bangsa mesir. Hieroglif digunakan sebagai sistem penulisan dan merupakan sistem penulisan paling tua yang dikenal manusia. Hieroglif merupakan sebuah proses transisi dari pictograph menjadi ideogram. Awalnya Hieroglif menggunakan bentuk gambar dan memiliki kesamaan dengan suku – suku primitif yang ada di dunia. Hieroglif pertama kali masih berupa gambar yang masing-masing mewakili objek alamiah (pictograph) namun seiring waktu bangsa mesir semakin menyadari bahwa tulisan gambar tidak dapat mewakili kata atau benda yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti cahaya, hari, maupun hal hal yang ada dalam pikiran. sehingga hieroglif pun lebih dianggap sebagai simbol ide daripada sebuah gambar objek pada masa ini hieroglif dapat disebut ideogram.

Cuneiform

Cuneiform

Meskipun Hieroglif semakin berkembang dan lebih mewakili bunyi daripada untuk mewakili objek sesungguhnya (phonogram) namun 500 tahun kemudian lahir juga sistem penulisan lain yakni Cuneiform yang terdapat di bangsa Sumeria yang berada di Sumer (Mesopotamia selatan yang sekarang berada di Irak selatan). Cuneiform tepatnya berkembang tahun 3.000 SM merupakan sebuah pengubahan pictograph menjadi simbol grafis untuk bunyi (phonogram) juga. Cuneiform merupakan sistem penulisan kuno berbentuk paku yang dituliskan di dasar lempengan tanah liat yang menggunakan alat semacam stylus yang ditekan. Tulisan Cuineform cenderung rumit dan hanya dipergunakan untuk orang tertentu saja. Awalnya Cuineform memiliki 1000 karakter yang seiring waktu semakin disederhanakan menjadi 600 saja.

___________________

Ketiga penemuan diatas merupakan sebuah evolusi tonggak awal kemunculan aksara lahir dan menjadi awal hadirnya sebuah komunikasi dalam bentuk visual. Sistem penulisan ini menjadi titik awal lahirnya sebuah aksara yang kemudian terus berkembang di berbagai tempat dan salah satunya menjadi tulisan alphabet yang kamu baca saat ini.


Masih punya pertanyaan?

Kalau masih bingung tentang DKV tanyakan aja di Forum Diskusi Portal Dekave, Gratis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *