Artbook

Media yang Dapat digunakan untuk Membuat Portofolio Karya

Portofolio merupakan hal yang penting bagi seorang desainer, namun terkadang kita kebingungan dalam menentukan media dalam membuat portofolio karena seiring waktu kini media semakin beragam dan banyak. Namun apa saja sih media yang dapat kita gunakan dalam membuat Portofolio ? berikut adalah beberapa opsi serta penjelasan mengapa media tersebut cocok :

1. Art Book

Artbook
Sumber Gambar : https://id.pinterest.com/pin/59532026296906560/

Media yang paling konvensional ini cocok untuk kamu yang berfokus dalam membuat karya Traditional Art seperti ilustrasi manual, kolase atau apapun eksperimen kreatif yang dikerjakan tanpa bantuan digital. Kumpulkan karya kamu dalam satu buah album dan susun sebaik mungkin dan diurutkan berdasarkan perbedaan yang ada. Kamu juga bisa pergunakan karya duplikat kamu jika dirasa perlu.

2. Dokumen PDF

Format PDF

Selah satu media yang paling populer digunakan ini bisa menjadi sebuah solusi terbaik untuk kamu. Kamu bisa memanfaatkan media pdf baik itu pdf konvesional maupun interaktif. ya sesuikan dengan kebutuhan. PDF saat ini memang memungkinkan lebih interaktif seperti dapat menampilkan video dan elemen bergerak dan memiliki interaksi. Namun hal yang harus kamu perhatikan adalah lihat size ukuran file output kamu. Gunakan kompresi untuk menimalisir ukuran, ini penting karena jika tidak kamu akan mengalami hambatan di distribusi file portofolio. Jika tidak memungkinkan kamu memasukan elemen interaktif lebih baik manfaatkan media lain saja. Dokumen PDF lebih cocok untuk karya gambar visual baik itu digital maupun manual. Jika kamu memiliki karya manual kamu bisa scan karya kamu lalu retouch kembali agar karya kamu lebih nyaman dilihat. Layout karya di pdf kamu sebaik mungkin.

3. Video Showreel

Video Showreel

Video Showreel adalah media yang tepat untuk kamu yang memiliki karya elemen visual yang bergerak seperti animasi, videografi ataupun karya yang membutuhkan penyajian dari berbagai sisi dan penjelasan. Gabungkan karya kamu menjadi satu buah video showreel yang menarik. Kamu bisa upload di media video sharing di Youtube, Instagram ataupun website portofolio pribadi.

4. Media Website Digital

Website Portfolio

Selain semua yang sudah disebutkan diatas, di zaman yang modern ini kamu juga bisa memanfaatkan website sebagai media digital untuk showcase karya kamu. Selengkapnya untuk mengetahui daftar website apa saja yang dapat menampung keinginan kamu, kamu bisa cek di artikel Platform untuk Showcase Karya-mu. Selain itu jika kamu membutuhkan hal yang lebih pesonal dan memiliki modal, kamu dapat membuat website portofolio sendiri.


Masih punya pertanyaan?

Kalau masih bingung tentang DKV tanyakan aja di Forum Diskusi Portal Dekave, Gratis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *